Sekarang kita lanjut ke pembahasan tentang implementasi tadi.
Tadi kita udah bahas tentang apa saja best practice
dan fase-fase yang ada di implementation ini.
Perlu jelaskan lagi
ketika masuk ke implementation phase ini
setiap developer itu perlu mengerti beberapa hal juga
itu yaitu yang pertama itu version manajemen
tapi ini akan saya bahas lebih rinci di video berikutnya
cuman version manajemen ini
jadi bagaimana pengembangan aplikasi itu
itu bisa dibuat untuk beberapa rilis.
Jadi bisa ada rilis alpha, bisa ada rilis beta sampai bisa masuk ke final.
Jadi ini perlu dilakukan manajemen,
karena tanpa versioning yang jelas aplikasi yang kita guna
yang akan kita kembangkan ini itu ga akan bagus.
Ada lagi incident manajemen,
incident manajemen ini perlu sekali
kalau kalian tahu jira, kalian tahu bugs,
kalian tahu error-error gitu yang ada di aplikasi
itu saling berkesinambungan jira itu biasanya digunakan oleh
developer bisa digunakan juga untuk
oleh tim quality assurance atau tester
dan klien-klien itu untuk melakukan report terhadap bug-bug yang ada gitu.
Jadi ini incident manajemen ini perlu sekali
karena ketika aplikasi yang dikembangkan ada masalah
ada fungsi-fungsi yang gak sesuai semuanya itu bisa dilempar ke jira
untuk ditangani lebih lanjut.
Kita juga perlu mengetahui tentang risk manajemen gitu.
Biasanya itu banyak dibutuhkan oleh
seorang Project Manager atau tim leader.
Jadi dia bagaimana melakukan manajemen terhadap
kegagalan-kegagalan possibility apa yang akan terjadi
diproses implementasi software ini.
Terus documentation manajemen itu juga perlu
karena kalau nggak ada
dokumentasi yang jelas ketika fase implementasi ini berjalan
itu tidak akan berjalan dengan lancar juga pengembangannya.
Ada juga change manajemen.
Jadi bagaimana setiap tim member itu
itu ikut serta infalse di pengembangan tersebut
gimana prosesnya itu ada perubahan
respon developer itu gimana ini perlu juga.
Jadi moral dari developer itu terhadap change manajemen ini juga
itu perlu karena kalau developer yang gak kuat terhadap pergantian
biasanya yang pergantian-pergantian software itu bisa melebihi dari 20%
sesuai dengan yang ditargetkan
dan itu kebanyakan developer itu pada stress ini gimana
gak sesuai dengan perkiraan awal
nah ini change manajemennya itu perlu dipelajari juga.
Kita masuk ke fase-fase utama dari implementation ini.
Yang pertama tadi saya udah jelaskan itu instalasi.
Jadi instalasi ini kita ambil contoh yang e-learning platform.
Untuk e-learning platform ini
misal kita ingin mengembangkan aplikasi ini berbasis web itu.
Berarti kita bisa menggunakan javascript, bisa menggunakan CSS, bisa menggunakan HTML
atau untuk backend nya itu kita bisa menggunakan python ataupun javascript.
Nah instalasi kita itu diperlukan untuk menginstal
javascript library nya apa saja
terus framework-framework untuk frontend yang digunakan itu apa saja
web application framework nya apa aja
yang akan digunakan untuk mengembangkan aplikasi tersebut.
Nah contohnya kalau untuk javascript library kita bisa menggunakan kayak
jack query, kita bisa menggunakan vue JS,
kita bisa menggunakan reijs
kalau untuk frontend nya kita bisa instalasi
atau mengembangkan menggunakan HTML, CSS install library-library javascript yang ada
terus kalau untuk web application framework
yaitu ya kita bisa menggunakan framework-framework yang ada gitu.
Instalasi juga itu perlu untuk kayak task running
untuk task runner biasanya untuk melakukan automasi dari workflow pengembangan
software ini itu dibutuhkan sebuah task runner
nah ini di instal juga nih di awal nih ini perlu banget
perlu juga yang namanya package manager
package manager seperti NPM misal menggunakan JavaScript
terus menggunakan pip dengan python
terus menggunakan paket manajernya ruby
kita juga perlu menginstal bahasa pemrograman yang akan digunakan
untuk mengembangkan software tersebut.
Terus database nya apa
misal mysql atau nosql itu semua perlu diinstal.
Web server yang akan kita gunakan apa misalnya apache atau nginx
juga kita perlu melakukan set instalasi terhadap
local development environment yang developer punya baik itu di
ada laptop atau workstation yang ada di kantor-kantor developer.
Setelah semua dilakukan instalasi nanti berikutnya adalah fase konfigurasi
udah install bahasa pemrograman nya baru di konfig nih
bahasa pemrogramannya di set nya ini untuk project data.
terus di set nya bahasa pemrograman ini kita akan
menggunakannya untuk pengembangan e-learning platform.
Terus framework-framework yang apa library-library apa aja yang ada di dalam
bahasa tersebut itu kita konfigurasi semuanya
untuk memperlancar pengembangan software nya
nah itu biasanya saya sebutnyasoftware configuration management gitu.
Jadi itu sebuah disiplin di dalam software engineering
untuk kita melakukan konfigurasi semuanya konfigurasi kebutuhan untuk pengembangan
software tersebut gitu. Terus
yang berikutnya adalah development.
Development itu di fase ke-3 di implementation phase ini.
Nah development ini udah mulai
ini udah mulai developer itu udah mulai ngoding
karena instalasi dan konfigurasi udah selesai
udah waktunya developer buat kerja
ngatur planning pekerjaan mereka bagaimana
semua terjadi di development.
Baru setelah masuk di development, part-part dari setiap aplikasi yang dibuat itu
itu masuk ke tahap integrasi. Jadi tahap integrasi ini
ini perlu juga di version manajemen juga menggunakan aplikasi seperti
git atau github untuk menggabungkan seluruh part tersebut menjadi satu
agar memudahkan deployment.
Setelah masuk integrasi semuanya jadi satu nanti masuk ke tahap deployment ini.
Nah setelah masuk dideployment ini udah enak
jadi udah bisa rilis versi produksi atau masih beta dulu
lalu diberikan ke tim quality assurance
dan dicek semuanya oke kita bisa rilis aplikasi ini.
Oke itu tentang pembahasan tentang fase-fase yang ada di implementation phase.
