Halo IndoneXian sekarang kita sudah masuk ke minggu ke-5
untuk kursus software development fundamentals.
Di minggu ke-4 kita sudah membahas tentang software arsitektur dan desain
kita juga sudah belajar bagaimana membuat arsitektur
baik itu dari high level dan low level termasuk
kita sudah membuat sebuah wireframe untuk e-learning platform.
Nah sekarang di minggu ke-5 ini
kita akan banyak belajar tentang fase implementasi.
Fase implementasi ini itu termasuk juga
di dalam software development life cycle yang sudah dijelaskan di minggu pertama.
Ini adalah fase-fase yang sangat menegangkan
bisa dibilang ketika masuk ke fase ini dimana
semua refinement semua bisnis requirement yang udah di konversi menjadi
teknikal requirement semua bisnis-bisnis proses yang sudah kita buat
di minggu-minggu sebelumnya itu kita implementasikan semuanya di sini.
Ada beberapa fase biasanya di proses implementasi ini
proses-proses tersebut itu harus diikuti dengan baik oleh
developer agar menghasilkan produk yang lebih bagus.
Fase pertama itu biasanya itu adalah instalasi.
Jadi fase instalasi ini dimana semua aplikasi yang dibutuhkan
tools, infrastruktur apa aja yang dibutuhkan
untuk mengembangkan software yang akan kita kembangkan
itu diinstal semuanya di sini.
Yang berikutnya adalah konfigurasi.
Ketika kita selesai melakukan instalasi misal contohnya
server, instalasi server sudah selesai
tapi masih banyak hal-hal yang perlu kita konfigurasi di server tersebut
karena itu tidak akan berjalan langsung dengan lancar
tanpa dilakukan konfigurasi bisa saja software yang kita
kembangkan nanti nggak kompatibel dengan
server yang kita konfigurasikan.
Setelah instalasi dan konfigurasi selesai development sudah bisa dimulai
dan sebenarnya itu bisa berjalan secara paralel juga
instalasi konfigurasi dan development ini
tapi tim nya harus dibagi ke beberapa tim
ya bisa dibilang kita bisa menggunakan metode yang namanya metode agile.
Ketika kita ingin mengembangkan ini ke beberapa modul atau ke beberapa tahap.
Nah di development ini semua fungsional fungsional yang
akan dibuat di dalam aplikasi kita
itu akan masuk di sini. Jadi ini adalah fase codingan nya.
Semua ngoding, konfigurasi terus
pokoknya mempersiapkan semua aplikasi kita
itu di fase ini. Setelah development selesai
aplikasi yang sudah kita buat tadi
sebelum itu terbagi menjadi beberapa part, nah part-part tersebut
seperti yang sudah dibahas di minggu pertama itu di software development life cycle
part-part tersebut itu akan diintegrasikan menjadi satu
menjadi satu aplikasi yang lebih besar.
Baru setelah integrasi selesai aplikasi itu udah jadi satu
barulah kita masuk ke namanya tahap deployment.
Nah di tahap deployment ini tahap paling menegangkan biasanya
karna bisa saja ketika kita deploy
begitu beta atau final pasti ada saja kendala-kendala nya ketika kita
deploy ke server apalagi ketika kita di deploy tersebut banyak
tools atau server yang kita kembangkan itu
nggak kompetibel gitu nggak sesuai dengan perkiraan kita
ketika kita melakukan instalasi dan konfigurasi di awal tadi.
Berikut ini kita akan membahas tentang
di fase ini apa aja sih yang dibutuhkan
best practice nya gitu yang diperlukan oleh tim kita
sebelum masuk ke dalam tahap implementasi ini gitu.
Jadi developer benar-benar harus siap ketika masuk ke fase implementasi ini.
Yang pertama itu developer itu wajib memiliki multi skill.
Jadi developer itu ya misalnya minimal harus tahu tentang integrasi,
harus tahu tentang bagaimana melakukan testing aplikasi,
terus bagaimana melakukan administrasi untuk aplikasi yang dikembangkan
karena ketika proses implementasi ini
banyak proses-proses yang terjadi gitu.
Nah ini dibutuhkan multi skill baik itu dari developer
baik itu dari quality assurance tim gitu.
Terus programing style nya nah di sini kita
tim membernya itu harus menggunakan naming encoding convention yang jelas juga gitu jadi
style codingan-nya kayak gimana
harus ditentukan di sini gitu dan semua developer yang ada
di tim yang akan mengembangkan aplikasi tersebut
harus beradaptasi dengan programming style yang akan digunakan di
pengembangan software ini. Yang terakhir adalah training,
kenapa training sangat dibutuhkan di implementasi ini?
Karna kalau developer yang mengembangkan aplikasi tersebut
tidak di train dengan baik tidak mendapatkan pengetahuan yang jelas
tentang produk yang akan dikembangkan dan
skill-skill yang dibutuhkan untuk dikembangkan
ke depannya software yang dikembangkan bisa jadi akan gagal gitu.
Nah itu untuk materi pertama di video ke-5 ini
kita akan lanjut ke video berikutnya.
