Nah sekarang kita masuk ke case study e-learning platform.
Tadi saya udah sempat bahas tentang high level design dan low level design menggunakan
contoh rumah nah sekarang gimana contoh langsungnya untuk
platform e-learning yang kita kembangkan. Nah
biasanya yang pertama itu kita lihat dari sisi student nya.
Ini ada e-learning platform buat student
nah biasanya itu untuk komponen yang ada
itu ada yang pertama itu profile page,
terus yang ke-2 itu ada course list, ada student dashboard.
Ini yang paling simpel gitu untuk di e-learning platform.
Nah di profile page ini
nanti ini belum dijelaskan semuanya tentang low level design nya
karena ini masih di high level design
ini masih berupa fitur utamanya saja yang
kelihatan dari luar gitu belum sampai ke dalam-dalamnya.
Setelah profile page tadi ada yang namanya course list.
Course list ini itu berisi beberapa konten-konten lagi di dalamnya seperti course overview.
Course overview, ada lagi course content
untuk konten-konten kursus yang diakses oleh student
baru ada komponen berikutnya yaitu student dashboard
dari sini user akan mengakses semua informasi pribadi tentang user
yang sudah enroll e-learning platform kita.
Nah berikutnya itu untuk ini saya jelaskan dulu buat
enaknya tuh buat instruktur. Jadi instruktur itu lebih banyak.
Biasanya tuh yang pertama profile of course
pasti ada profil untuk setiap aplikasi ini untuk memudahkan student
menggunakan struktur melihat status profil mereka itu
mereka mau gonta-ganti profile juga bisa di sini.
Terus ada instruktur dashboard
dashboard ini digunakan oleh instruktur untuk mengatur
stats nya, untuk melihat student stats terus melihat juga course stats.
Terus komponen berikutnya adalah course admin. Jadi lewat sini
instruktur juga bisa melakukan manajemen kursusnya.
Nah biasanya untuk course admin ini kontennya ada course management
di dalam course management ini berisi
banyak sekali kursus-kursus atau kursus yang dibuat lah di dalamnya itu.
Baru di update lah semuanya gitu di course content management ini
nah itu dari instruktur dan juga student
gimana kalau dari sisi backend nya dari sisi adminnya.
Jadi admin biasanya sederhana aja kalau di aplikasi yang simpel seperti ini
ya kita tinggal bikin instruktur admin komponennya
terus bikin user admin juga baru berikutnya
di dalam user admin itu ada user management nya.
Jadi di user management ini semua kegiatan untuk mengolah user itu
itu dilakukan di situ baik itu buat user, update informasi tentang user
hapus user pokoknya semua tentang user dimanipulasi di sini.
Terus ada instruktur admin, jadi ini instruktur admin ini untuk mengolah instruktur juga
saya tambahkan sedikit untuk instruktur admin saya tambahkan di instruktur admin
course management terus bisa di sini instruktur manajemen
harusnya seperti ini biar
tapi terpisah lagi yang ada di dalam instruktur admin bisa
management course di dalam course nya ada course kontennya.
Terus instruktur admin juga untuk me manage semua instruktur-instruktur yang ada.
Nah ini high level design nya contohnya
kalau untuk low level design itu gimana?
Sekarang kita masuk contoh level level design misal kita ngambil
log in satu-satu case satu case namanya log in.
Jadi ini proses yang ada di dalam komponen log in di yang paling detail nya
Jadi ketika user log in terus dia ngelihat course list
terus setelah dia ngelihat user ngelihat course list
baru user nya klik enroll jadi setelah user enroll
di sini ada diagram baru di sini gitu
course completion nya.
Jadi kalau user nya selesai course completion nya yes
nanti akan dapat notifikasi course end gitu.
Terus kalau gagal dia akan mengikuti course rerun
secara singkat untuk high level design sama low level design.
Intinya perbedaannya kalau high level design tadi lebih masih ke general
kalau low level design itu lebih detal lagi
fungsi-fungsi yang ada di dalam aplikasi yang kita kembangkan.
