Jadi developer itu kalau enggak ngopi enggak bakal bisa begadang karena biasanya
developer begadangnya sama kopi udah.
Nah kalau udah ngopi gini udah segar ni bisa ngelanjutin aktivitas ngodingnya
jadi makin lancar deh nanti kita ngodingnya.
Sekarang kita akan masuk ke model berikutnya.
Model ini modelnya spiral jadi kayak kita ngaduk-ngaduk kopi kita gitu spiral.
Model spiral ini itu selalu dimulai
dengan desain goal dan selalu diakhiri dengan client review.
Ada 4 hal yang paling penting di spiral model ini.
Yang pertama adalah identification, yang ke-2 adalah desain,
yang ke-3 adalah development atau build
atau kita juga bisa nyebutnya construction nah gitu.
Terus yang terakhir adalah evaluation dan risk analysis.
Software yang dikembangkan dalam spiral model ini
nanti bentuknya itu inkremental rilis.
Jadi ada series of release, ingat spiral yang pertama ketika identification
misal nih kita udah dapat bisnis requirement entar ke identification
lanjut ke yang ke-2 di fase desain baru dibuat di sana desain itu
arsitektur desain. Terus di development itu kita bisa membuat dulu proof of concept
dari sebuah aplikasi nanti masuk ke stage berikutnya masuk ke management risk.
Nah setelah masuk ke fase ke-4 tersebut ke terakhir
di fase evaluation dan risk analysis nanti muter lagi tuh
masuk ke fase identifikasi lagi lanjut ke fase desain lanjut ke fase development
mutar lagi ke fase evaluation dan risk analysis begitu seterusnya mutar makanya dinamakan spiral.
Kelebihan utama dari spiral model ini
jadi untuk update dan penambahan fungsi itu bisa dilakukan di akhir setiap stage.
Setelah kita berada di akhir stage nanti kan berputar lagi itu
mulai lagi di identification di hal-hal baru jadi
untuk ada penambahan fungsi pun its oke kita tetap bisa
menambahkan fungsi tersebut ke aplikasi yang kita kembangkan.
Terus estimasi cost nya itu lebih mudah dan cepat
ini untuk seorang manajer enak nih
bisa lebih cepat dan lebih mudah untuk manajemennya.
Terus development untuk spiral model ini itu
memakan waktu yang lebih cepat juga.
Terus ya dari space untuk customer feedback
ketika user nya butuh feedback dia bisa melakukannya kapan aja di spiral model ini.
Nah kekurangannya adalah besar kemungkinan biasanya
perusahaan yang menggunakan spiral model ini
itu tidak sesuai dengan schedule dan budget development.
Kadang minim kadang bengkak selalu terjadi di spiral model ini.
Terus ini nggak cocok untuk proyek yang kecil.
Kalau kecil ya udahlah ya kita pilih yang model-model yang sebelumnya aja.
Terus untuk biaya itu pasti akan bengkak untuk yang proyek-proyek yang kecil ini.
Makanya nggak bagus. Terus kekurangannya
kesuksesan dari proyek ini itu bergantung pada stage yang terakhir.
Jadi kalau stage yang ke-4 tadi
yang di evaluation dan risk analysis di stage tersebut nggak bagus
karna akan berlanjut ke stage identifikasi lagi.
Kalau di situ nggak bagus itu bisa menghancurkan proses development nya.
Kelebihan dan kekurangan dari spiral model sudah kita bahas tadi sekarang
kapan sih kita bisa menggunakan spiral model ini? Saran saya
waktu untuk menggunakan spiral model ini yang pertama ketika cost dan risk evaluation
itu benar-benar sangat penting untuk development nya.
Kita tahu nih cost ini penting banget nih kalau sampai jelek
untuk risk evaluation nya, cost planning nya itu enggak bagus
itu enggak bagus untuk spiral model ini.
Terus ini juga bagus untuk medium to high risk project
dan kompleks requirements nya itu lebih kompleks.
Spiral model ini juga bagus untuk pengembangan new produk jadi ketika kalian
punya perusahaan atau sedang bekerja dengan perusahaan ingin mengembangkan new produk lain
itu bagus menggunakan spiral model ini. Terus
yang terakhir adalah kapan kita menggunakan spiral model itu ketika ada significances.
Jadi kalau ada perubahan yang banyak gitu
yang terjadi dalam pengembangan software kita dan kita harus melakukan riset dan eksplorasi
Kita bisa menggunakan spiral model ini.
