Ini saya stretching karna biasanya kalau developer itu yang digunakan itu tangan sama otak itu
jadi tangan ini kadang keram gitu, keram karena lama ngetik-ngetik
ngetik terus kerjaannya tiap hari udah ngetik aja depan laptop gitu.
Jadi kita perlu stretching juga untuk tangan kita agar tetap sehat dan
enggak kena penyakit penyakit ya sendi-sendi yang biasa terjadi di programmer lah yang sering terjadi itu.
Nah untuk di section ini kita akan bahas tentang rapid application development model
atau biasa kita singkat aja RAD model, RAD model ini adalah salah satu model yang
biasa digunakan untuk project yang singkat. Jadi enggak harus,
ini bagus untuk project singkat. Nah fokus utama dari RAD model ini adalah
komunikasi mainten di model ini ini benar-benar harus komunikasi antara kedua belah pihak.
Developer dan customer itu harus benar-benar komitmen karena
akan ada Rapid Fire Activity aktivitasnya akan banyak banget rapid application development ini.
Terus bagusnya lagi untuk RAD ini dapat memberikan preview ke end user
dan bisa memberikan feedback secara langsung terus komponen atau
function yang dikembangkan itu bisa secara paralel ini hampir mirip juga dengan incremental model gitu.
Tetapi state yang ada untuk di RAD model ini biasanya itu yang berjalan secara paralel itu
dari bisnis modelingnya, data modeling, proses modeling, application generation yang terakhir adalah testing dan turn over.
Itu bisa dilakukan secara paralel itu bagusnya untuk rapid application development ini
jadi cocok banget untuk short project, kelebihan utamanya dari RAD model ini
development time itu itu bisa diminimalisir jadi bisa di reduce enggak harus membutuhkan waktu yang lebih banyak.
Terus meningkatkan reusability untuk sebuah komponen atau modul yang ada di dalam aplikasi yang kita kembangkan.
Terus ini mendorong customer untuk memberikan feedback terus-menerus
kepada software atau kepada developer yang sedang mengembangkan software yang ada gitu.
Jadi customer harus benar-benar kasih feedback yang bagus itu untuk kelancaran project ini.
Terus integrasi yang dilakukan itu sejak awal dari setiap modul-modul unit-unit yang dikembangkan integrasi dilakukan dari awal.
Tapi kekurangannya adalah untuk RAD model ini dia sangat bergantung pada tim dan individual performance
untuk melakukan identifikasi pada bisnis requirement jadi kalau salah satu orang
yang bertanggung jawab untuk melakukan identifikasi kepada bisnis requirement itu
enggak bekerja dengan baik itu kemungkinan bisa membuat project tersebut gagal.
Terus hanya sistem yang bisa modular yang dapat menggunakan model ini kalau enggak bisa modular
kalau cuman satu aja ya udah kita enggak bisa menggunakan RAD model ini.
Terus ini sih kelemahan paling enggak enaknya dari RAD model itu benar-benar harus membutuhkan developer yang jago.
Jadi kalau developer nya enggak benar-benar jago, enggak benar-benar mengerti tentang proyek
yang akan dikembangkan jangan harap untuk proyek yang dikerjakan itu berjalan dengan lancar.
Itu kelemahannya. Kapan menggunakan RAD model ini?
Kalau saya bilang sih kita bisa menggunakan RAD model ini
bagus untuk software yang ingin dikembangkan dalam waktu yang singkat
baik itu 1 2 atau 3 bulan itu bisa menggunakan RAD model ini.
Terus resource dengan high bisnis knowledge tersedia dan
ada kebutuhan software dapat dikembangkan dalam waktu yang lebih singkat seperti yang saya bilang
di poin pertama tadi ingat ya kalau mau pakai RAD model harus cari developer yang
bener-bener jago terhadap proyek tersebut yang punya pengalaman.
Itu pembahasan tentang RAD model.
